Shalat sebagai Sumber Kebahagiaan
Berbicara tentang bahagia, siapa yang tidak ingin bahagia hidupnya? Tentu tiap insan ingin bahagia hidupnya, lancar rezekinya dan masih banyak hal laninnya yang ingin dicapai. Lantas dengan apa kebahagiaan itu dapat kita raih? Apakah dengan bekerja keras bagai kuda hingga menjadi seorang millionaire? Tentu tidak. Lantas, apakah hakikat hidup kita ini?
Sebagai seorang muslim tentunya kita memeiliki kewajiban yang harus kita laksanakan. Seorang hamba hidup untuk mengabdi pada Tuannya. Dan apakah Tanpa adanya si hamba sang Tuan tidak dapat hidup? Tentu tidak. Ada tidaknya hamba tersebut tidak mempengaruhi kekuasaan dan kebesaran Sang Tuan. Dia tidak bergantung pada siapapun. Bahkan tanpa adanya antek-antek malaikatnya, Dia tetap bisa mengatur Alam semesta ini.
Lantas apakah kewajiban yang harus kita kerjakan? Ya. Benar. Shalat merupakan pondasi agama. Merupakan amal perbuatan yang mana akan di mintai pertanggung jawaban untuk pertama kalinya di hari Hisab. halat merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah, dialah amal yang merupakan salah satu dari rukun Islam. Ciri utama seorang mukmin sejati adalah menegakkan shalat wajib yang lima waktu dan ibadah tersebut dilakukan dengan keimanan karena mengharap ridha-Nya. Dan amalan mulia ini agar diterima di sisi Allah maka harus meneladani dan mencontoh bagaimana petunjuk Allah dan Rasul-Nya dalam melakukannya baik itu gerakan maupun bacaannya.
Shalat yang dilakukan dengan benar dan ikhlas, akan membuat hati bahagia, jiwa damai, dan menghilangkah kegelisahan hidup. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh dalam mengerjakan shalat baik dalam keadaan lapang, maupun saat terhimpit suatu masalah.
Shalat adalah media penting untuk mendekatkan diri pada Allah Taala, lebih-lebih saat sujud, ia akan merasa semakin dekat dengan Allah Taala. Allah-lah tempat hamba mengadu, memohon pertolongan dan hati seorang mukmin akan tenteram ketika shalat. Oleh karena itu, kita diperintahkan Allah Taala untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya dengan shalat ketika jiwa kita galau, cemas, merasa gundah, dan mengalami berbagai kesulitan hidup yang menghimpit.
Ibnu Al-Qayyim menjelaskan faedah shalat. Beliau mengatakan bahwa shalat termasuk faktor dominan dalam mendatangkan maslahat dunia dan akhirat, serta menyingkirkan keburukan dunia dan akhirat. Ia menghalangi dari dosa, menolak penyakit hati, mengusir kelukaan fisik, menerangi kalbu, mencerahkan wajah, menyegarkan anggota tubuh dan jiwa, dan memelihara kenikmatan, menepis siksa, menurunkan rahmat, dan menyibak tabir permasalahan.” (Zaad al-Maad, 4/120)
Disini, saya akan mengulas "Bagaimana meraih kebahagiaan dengan shalat?" Dari seorang Trainer profesional serta seorang author dari buku 60 Menit Tetapi Shalat Bahagia dan Buku Panduan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia. Beliau adalah seorang trainer shalat profesional yang telah banyak melakukan terapi tidak hanya didalam negeri. Telah banyak, Negara yang beliau datangi, antara lain:
- PTSB di Teheran Iran, (buku belum diterbitkan, 2009-2010)
- PTSB Masjid Wanchai Hong Kong
- PTSB Grand Mosque Taipei (28-10-12)
- PTSB Masjid Besar Taichung
- PTSB Mushalla FKPIT Yilan Taiwan
- PTSB Detention Centre (Penjara) Yilan Taiwan. (29-10-12)
- PTSB Bappeprov Jatim
- PTSB Dokter/karyawan RSI Jemursari (Des 2012)
- PTSB Dokter/karyawan/umum RS Haji Surabaya
- PTSB (Angkatan I-V) Masjid Al Qolbu Sidoarjo
- PTSB Guru-Guru Teladan Tuban
- PTSB Guru-guru SMA Khadijah Surabaya
- PTSB Lembaga-lembaga Sosial Khadijah
- PTSB Radio El-Victor Surabaya (angkatan I-IV)
- PTSB Bank Jatim (13-4-13), dll.
Beliau adalah Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M. Ag. Dilahirkan di Lamongan, pada tanggal 09 Juni 1957. Hidup bahagia dengan seorang istri, 7 anak beserta 3 cucunya. Beliau merupakan alumni Ponpes Ihyaul Ulum Gresik (1975). Juga seorang Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004); Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007); Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (2000-2004); Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Quran Jatim (1994); Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013); Unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur; Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang); Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang); Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris; Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Quran; Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi; Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama; Penasehat Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Al Khoziny Sidoarjo (1990-2009); Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim Surabaya; Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (2002); Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim; Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya 93.3 FM. Imam shalat taraweh/penceramah Islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008, 2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015).
Buku-buku yang ditulis: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), Doa-doa Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun Yaquta Foundation 2014), Bersiul di Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah Jumat Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal Tuntas Al-Quran (MTQ) (Imtiyaz Surabaya 2011), Ilmu Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta Masyarakat Surabaya 2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU Taipei 2010), (2014); Dalam proses cetak buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi kajian tafsir Al Quran di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah, konsultasi keluarga bahagia di Majalah Nurul Falah; rubrik agama di Harian Duta Masyarakat (2010), Rubrik Dialog mualaf di Tabloid Nurani (1995).
Buku 60 Menit Tetapi Shalat Bahagia merupakan salah satu karya spektakuler beliau. Yang terinspirasi setelah beliau menderita sakit ketika berada di Yaman. Saat itu beliau sedang berkhutbah disalah satu masjid disana. Pendalaman Terapi Shalat Bahagia berisi bagaimana kita dapat meraih kebahagian dengan shalat itu sendiri. Tanpa adanya permintaan dalam shalat, hanya pujian, permohonan pengampunan, dan mendoakan orang-orang disekitar kita. Lantas bagaimana kita dapat meraih kabahagian tersebut tanpa adanya doa permintaan dari Mushalli?
- Mengapa PTSB?
Dengan membaca buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia, anda akan memahami makna dari kalimat kunci: SUBHAN TURUT HADIR DI MASJID UNTUK AKSI SOSIAL.
- Pentingkah PTSB?
Jika dikata penting, entahlah. Hanya saja anda harus melihat respon baik daripada mereka yang telah mengikuti PTSB ini. Mereka telah berhasil merubah mindset untuk ikhlas dan ridho akan keputusan Allah SWT., bukan foundernya yang hebat, melainkan penghayatan dari shalat merekalah yang berhasil meraih kebahagian tersebut. Tujuan utama shalat ialah kokohnya T2Q (Tawakal, Tumakninah dan Qana'ah), sedangkan kesembuhan, rezeki dan lainnya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat dibutuhkan.
- Apa Kegunaan Daftar Anugrah dan Daftar Masalah dan Harapan?
Dalam hal ini, tiap kali beliau akan memulai training, beliau pasti akan menyuruh para peserta untuk menuliskan Anugerah apa saja yang mereka terima? masalah apa saja yang mereka hadapi? dan harapan apa saja yang mereka inginkan?.
Untuk membuat kue saja, kita harus membuat daftar bahan yang akan kita beli dengan baik. Tentunya hal ini agar dapat memudahkan kita mendapatkan produk yang kita inginkan, selain mudah mendapatkannya kita juga akan lebih fokus untuk berbelanja dengan apa yang telah ada pada shopping list. Sama halnya dengan shalat, kita juga sebaiknya menuliskan daftar anugerah yang kita terima selama ini, tentunya agar pernyataan kita lebih terfokuskan selama shalat tidak memikirkan yang lain. Kita juga butuh untuk menuliskan daftar masalah yang kita hadapi, agar selama sujud dan ruku' kita dapat lebih lama dalam penghayatannya. Untuk bertemu dengan atasan saja kita harus menyiapkan kalimat dengan baik, lantas mengapa untuk menghadap Sang Atasannya Atasan semesta alam ini kita tidak menyusun kalimat terbaik ketika shalat?
Dengan menyediakan daftar-daftar tersebut bukanlah shalat kita hanya berisi pengaduan saja tidak ada bentuk permintaan dalam shalat kita?! Eist tunggu dulu. Disini trainer mengajak kita untuk mengingat betapa banyak nikmat yang telah dicurahkan pada kita. Kita diharapakan untuk curhat tentang permasalahan yang kita hadapi, kita diminta curhat tentang apa yang kita inginkan. Bukan meminta. Yang mana dalam hal ini akan lebih banyak berdzikir mengingatnya. Betapa kita makhluk yang lemah, yang benar-benar tidak memiliki kekuatan apapun tanpa-Nya.
- Praktek Shalat
Tentu praktek shalat ini sangat mudah untuk kita lakukan, karena dalam sehari saja kita shalat sebanyak lima kali (untuk shalat fardhu), beda lagi dengan shalat Sunnah yang kita kerjakan. Dapat dihitung berapa banyak rokaat yang kita kerjakan. Lantas mengapa diumur kita yang terbilang tidak muda ini kita belum bisa merasakan kebahagiaan yang hakiki? Kuncinya ada pada Shalat. Jika kita benar (khusyuk) dalam melakukan shalat tentu kebahagian tersebut dapat kita raih.
Berbicara tentang khusyuk tentu sangat sulit jika kita fikirkan. Ketika shalatpun yang mana seharusnya adalah waktu ngobrol berdua dengan Sang Pencipta malah dirusak dengan pikiran yang lain. Itulah alasan mengapa kebahagian belum kita dapat. Lantas bagaimana caranya?
Kuncinya ada pada kalimat SUBHAN TURUT HADIR DI MASJID UNTUK AKSI SOSIAL. Tentunya sebelum itu kita harus menuliskan Daftar Anugerah, Masalah dan Harapan kita sebelum shalat. Hal ini agar slahat kita lebih terfokuskan pada waktu apel berdua dengan Allah SWT.
Posisi Berdiri
Kata Kunci: SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman)
Renungan/Doa (Dalam hati, Tidak boleh diucapkan):
Syukur: “Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmatmu”
Bimbingan: “Bimbinglah aku dan keluargaku agar tetap di jalan yang benar”
Ketahanan Iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”
Posisi Rukuk
Kata Kunci: TURUT (Tunduk; Menurut)
Renungan/Doa (Dalam Hati, Tidak boleh diucapkan)
Tunduk: “Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu)
Menurut: “Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”
Posisi Itidal
Kata Kunci: HADIR (Hak pujian; Takdir)
Renungan/Doa (Dalam hati, Tidak boleh diucapkan)
Hak Pujian: “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”
Takdir: “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya”
Posisi Sujud
Kata Kunci: MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga)
Renungan/Doa (Dalam hati, Tidak boleh diucapkan)
Maaf: “Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku”
Sinar: “Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai”
Jiwa dan Raga: “Jiwa dan ragaku dalam kekuasaanmu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”
Posisi Duduk Antara Dua Sujud
Kata Kunci: AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman)
Renungan/Doa (Dalam hati, Tidak boleh diucapkan)
“Wahai Allah, berilah aku:”Ampunan, Kasih, Kesejahteraan, dan Iman”
Posisi Tasyahud
Kata Kunci: SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakkal)
Renungan/Doa: (Dalam hati, tidak boleh diucapkan)
Sholawat:“Sholawat dan salam untuk Nabi SAW.Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”
Persaksian:”Aku bersaksi,Tiada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”
Tawakkal: ”Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”
Dalam prakteknya tentu hal ini dibutuhkan fokus pada satu titik. Tanpa adanya sikap buru-buru. Penghayatan dalam tap puji syukur dan permohonan ampunan dosa. Tiap-tiap gerakannya pun juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dr. Hasan bin Ahmad bin Hasan al-Fakki berkata, ”Tatkala shalat dijadikan sebagai pembangkit ketenangan dan ketenteraman (jiwa) serta sebagai terapi psikologis maka tidak mengherankan jika sebagian dokter jiwa menganggapnya sebagai terapi utama dalam penyembuhan para pasien penyakit jiwa. Salah seorang di antara mereka ada yang mengatakan bahwa sepertinya shalat ini salah satu terapi yang mampu mendatangkan kehangatan jiwa manusia. Sesungguhnya shalat bisa menjauhkan dirimu dari segala kesibukan yang membuatmu gundah dan resah. Shalat ini pun mampu membuatmu merasa tidak menyendiri dalam hidup ini dan mampu membuatmu merasakan bahwa Allah menyertaimu. Di samping itu, ternyata shalat mampu memberimu kekuatan dalam bekerja, yang sebelumnya dirimu tidak mampu berbuat apa-apa. Maka pergilah ke kamar tidurmu! Lalu mulailah melakukan shalat untuk menghadap Rabbmu.” (Ahkam al-Adwiyah Fii asy-Syariah al—Islamiyah, hlm. 549-550)
Sungguh beruntung dan bahagia seorang mukmin ketika shalat yang dilakukan dengan khusyuk dan jiwanya menjadi tenang karena ia berkomunikasi dengan Rabbnya. Dzat yang mampu menyingkirkan kesulitan dan Dzat yang selalu memberi kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
Semoga shalat yang selalu kita lakukan mampu membuat kita menjadi hamba-Nya yang banyak bersyukur, membuat hati lebih tunduk pada Allah, dan membersihkan hati dari penyakit hati sehingga tenang dan damai dalam menghambakan diri pada-Nya. Aamiin yaa rabbal alamiin.
No comments:
Post a Comment